Jumat, 31 Mei 2019

Ihsan

Assalamu'alaikum✊🏽✊🏽✊🏽Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamu'alaikum wr.wb.
Dengan Menyebut Nama Alloh, semoga kita senantiasa dalam Ridho dan Magfirah Alloh. Pagi ini ada yang ingin disampaikan yaitu perihal *Dien al-Islam*

Dari Umar bin Khattab RA, beliau berkata, “Ketika kami sedang duduk di sisi Rasulullah SAW pada suatu hari, tiba-tiba muncul di hadapan kami seorang lelaki yang memakai pakaian yang sangat putih, berambut sangat hitam yang tidak tampak pada dirinya kesan-kesan tanda musafir dan tidak seorang pun di kalangan kami yang mengenalinya.

Lalu dia duduk menghampiri Nabi SAW dan disandarkannya kedua lututnya ke lutut Nabi, dan meletakkan dua telapak tangannya atas dua paha Nabi seraya berkata, “Wahai Muhammad! Terangkan kepadaku tentang Islam”. Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Islam itu bahwa engkau bersaksi, tiada Tuhan melain￾kan Allah dan bahwa Muhammad itu utusan Allah, (dan) engkau mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, menunaikan haji ke Baitullah(Makkah) sekiranya engkau mampu mengerjakannya”.

Lelaki tersebut berkata, “Benarlah engkau!”. Maka kami pun merasa heran kepadanya. Dia yang bertanya, dia pula yang membenarkannya.
Dia bertanya lagi, “Terangkan kepadaku tentang Iman”. Baginda bersabda, “(Iman itu ialah) bahwa engkau percaya kepada Allah, para Malaika-Nya, Kitab-kitab￾Nya, para RasulNya, hari Qiyamat, dan bahwa engkau percaya kepada Qadar
baik dan buruk”.

Lelaki itu berkata: “Benarlah engkau!”.
Dia berkata lagi, “Terangkan kepadaku tentang Ihsan”. Baginda bersabda, “Ih￾san ialah bahwa engkau beribadah kepada Allah seolah olah engkau melihatNya.
Sekiranya engkau tidak dapat melihatnya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”

Lelaki itu bertanya lagi, “Terangkan kepadaku tentang Qiyamat”. Baginda bersab￾da, “Orang yang ditanya tentang Qiyamat tidaklah lebih mengetahui daripada orang
yang bertanya”. Lelaki itu berkata, “Maka terangkanlah kepadaku tanda-tandanya”.
Baginda bersabda, “(di antara tanda-tandanya ialah) Apabila seorang perempuan melahirkan tuannya. Dan apabila engkau melihat orang-orang miskin yang berkaki ayam, tidak berpakaian dan miskin, yang hanya menjadi penggembala kambing ber￾lomba-lomba mendirikan bangunan (berubah menjadi kaya raya).”

Kemudian lelaki itu berlalu. Lalu aku berdiam sebentar. Kemudian Baginda SAW bertanya, “Wahai Umar! Apakah engkau tahu siapa lelaki  yang bertanya itu? “Aku berkata, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui”. Baginda bersabda, “Sesungguhnya
dia Malaikat Jibril yang datang untuk mengajar tentang Dien (Dien al-Islam) ke￾pada kamu”
.
Dari hadits di atas dapat dipahami bahwa Ad-Dien merangkum makna Islam, Iman dan Ihsan. Ketiganya merupakan suatu kesatuan yang tidak mungkin dipeng￾gal-penggal dan berdiri sendiri-sendiri secara terpisah (parsial).

Keistimewaan cara penyampaian ad-Dien: Islam, Iman dan Ihsan, dapat kita
saksikan dari hadits di atas. Malaikat Jibril datang dengan menyerupai manusia, bersoal-jawab dengan Rasulullah SAW dihadapan para sahabat yang hadir di Mas￾jid Nabawi, Madinah al Munawwarah. Dalam hal ini berlainan dengan cara penyampaian wahyu yang biasanya, yaitu, Jibril A.S. mengajarkan Nabi Muhammad SAW dan kemudian Rasulullah SAW menyampaikannya kepada ummatnya.�

Jazakillah Khair Katsir. Semoga Bermanfaat. 😇

Sumber :
*Buku Halumma Ila Mardhatillah*